Bersyukur
Ada sebuah kutipan yang sangat saya suka dan sedikit saya sesuaikan dengan apa yang saya alami.
Lahir kedunia ini adalah takdirku
Jalan hidup ini adalah pilihanku
Dan Ridho-Nya satu yang kutuju
Hari ini saya kembali diingatkan akan suatu hal. Mendapatkan sesuatu walaupun bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang dapat dikatakan sulit jika kita bersungguh-sungguh dan telah takdir-Nya. Tetapi ada satu hal yang ternyata dan memang amat sangat sulit yaitu mempertahankan apa yang telah kita miliki dan memperlakukannya lebih baik lagi setiap harinya.
Terlebih dalam hal ketaatan dan keimanan. Bagi kita yang saat ini telah Allah ridhai telah mendapatkan keimanan dalam hati, sudah wajib bagi kita untuk terus bersyukur. Karena diluar sana saya amat sangat yakin banyak sekali orang yang belum menemukan arah hidupnya. Masih gamang arah mana yang akan ia tuju. Terus melakukan sesuatu yang tidak benar-benar ia yakini. Atau mengetahui apa yang ia lakukan selama ini salah tapi belum menemukan yang tepat untuk berpaling.
Lantas apa hal tepat yang harus kita lakukan jika apa yang saat ini kita lakukan dan yakini telah tepat, yaitu berada pada jalan kebaikan yang ALLAH SWT tunjukkan?
Jawabannya yaitu dengan bersyukur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
"Jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku. Dan jika kamu ingkar, maka aza-Ku amat pedih"
Lebih lanjut dalam bersyukur, lantas apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT?
Yang dapat kita lakukan, yaitu :
1. Menyucapkan Syukur
Baik dalam hati ataupun secara langsung yang dapat terus kita ucapkan dalam keseharian dan do'a kita. Ucapan syukur tersebut dapat dengan mengucapkan kalimat Hamdallah, yaitu Alhamdulillahirabbil 'Alamiin yang artinya segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam.
2. Menjaga Apa yang Telah Kita Miliki
Cara bersyukur selanjutnya adalah dengan menjaga dan memelihara dengan baik apa yang telah kita miliki dan Allah SWT berikan kepada kita.
3. Melakukan segala perintah dan Meninggalkan segala larangan Allah SWT
Bentuk akhir dari syukur kita kepada Allah SWT adalah ketaata, yaitu Sami'na Wa Ato'na (Kami dengar dan kami taat)
Lahir kedunia ini adalah takdirku
Jalan hidup ini adalah pilihanku
Dan Ridho-Nya satu yang kutuju
Hari ini saya kembali diingatkan akan suatu hal. Mendapatkan sesuatu walaupun bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang dapat dikatakan sulit jika kita bersungguh-sungguh dan telah takdir-Nya. Tetapi ada satu hal yang ternyata dan memang amat sangat sulit yaitu mempertahankan apa yang telah kita miliki dan memperlakukannya lebih baik lagi setiap harinya.
Terlebih dalam hal ketaatan dan keimanan. Bagi kita yang saat ini telah Allah ridhai telah mendapatkan keimanan dalam hati, sudah wajib bagi kita untuk terus bersyukur. Karena diluar sana saya amat sangat yakin banyak sekali orang yang belum menemukan arah hidupnya. Masih gamang arah mana yang akan ia tuju. Terus melakukan sesuatu yang tidak benar-benar ia yakini. Atau mengetahui apa yang ia lakukan selama ini salah tapi belum menemukan yang tepat untuk berpaling.
Lantas apa hal tepat yang harus kita lakukan jika apa yang saat ini kita lakukan dan yakini telah tepat, yaitu berada pada jalan kebaikan yang ALLAH SWT tunjukkan?
Jawabannya yaitu dengan bersyukur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
"Jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku. Dan jika kamu ingkar, maka aza-Ku amat pedih"
Lebih lanjut dalam bersyukur, lantas apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT?
Yang dapat kita lakukan, yaitu :
1. Menyucapkan Syukur
Baik dalam hati ataupun secara langsung yang dapat terus kita ucapkan dalam keseharian dan do'a kita. Ucapan syukur tersebut dapat dengan mengucapkan kalimat Hamdallah, yaitu Alhamdulillahirabbil 'Alamiin yang artinya segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam.
2. Menjaga Apa yang Telah Kita Miliki
Cara bersyukur selanjutnya adalah dengan menjaga dan memelihara dengan baik apa yang telah kita miliki dan Allah SWT berikan kepada kita.
3. Melakukan segala perintah dan Meninggalkan segala larangan Allah SWT
Bentuk akhir dari syukur kita kepada Allah SWT adalah ketaata, yaitu Sami'na Wa Ato'na (Kami dengar dan kami taat)
Komentar
Posting Komentar